Skip to content

IIPOJK Sulsel Sulbar

Mengembangkan Potensi yang Berkualitas

line

Pesona Utara Kota Anging Mammiri : Butta Salewangan

Penulis : Nina Rali (IIPOJK SulSel SulBar)

Editor : Marviarum Geotemi

KOTA ANGING MAMMIRI

Anging Mammiri merupakan bahasa Makassar, Anging yang berarti angin dan Mammiri yang berarti berhembus, bila disatukan berarti angin yang berhembus semilir. Julukan ini disematkan karena Kota Makassar lokasi geografisnya memiliki garis pantai yang panjang dan sering merasakan hembusan angin sepoi-sepoi atau semilir dari laut. Tak heran banyak pulau-pulau dan pantai disana. Pantai Losari adalah ikon pariwisata di Makassar yang terkenal dengan keindahan pantai dengan pemandangan matahari terbenam, dengan latar pemandangan Masjid Terapung Amirul Mukminin, Masjid Kubah 99 Asmaul Husna dan hilir mudik kapal laut dan perahu, kita juga dapat memanjakan lidah dengan sajian khas Makassar seperti pisang epe’ yang banyak dijajakan disepanjang pantai, dan mencoba aktivitas seperti naik perahu bebek dan phinisi’ ship tour.

Bahkan Rotterdam Van Celebes di pusat kota masih utuh berdiri, Benteng Ujung Pandang/Benteng Panyyua/Fort Rotterdam, yang dibangun pada tahun 1546 di masa pemerintahan Raja Gowa X, I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiyung Tunipallangga Ulaweng, terletak tak jauh dari garis pantai yang pada masanya dipergunakan sebagai pintu masuk perdagangan rempah-rempah, benteng pertahanan dan pusat pemerintahan. Saat ini sudah menjadi objek wisata bersejarah dan pusat kebudayaan yang berfungsi sebagai Museum La Galigo, sebagai sarana edukasi untuk mengetahui sejarah Kota Makassar. Disini juga ada Fort Rotterdam Art Gallery, dimana Arifin alias Zainal Beta memajang karya seninya, beliau adalah sang Maestro Seni Lukis Tanah Liat Pertama di Dunia. Sempat dikunjungi oleh Pembina IIPOJK, Ibu Hornita Mahendra dan Ketua Umum IIPOJK, Ibu Sari Bambang Mukti pada awal tahun 2025. Berada di pusat Kota Makassar dekat dengan Pantai Losari. Kamu dapat menggunakan transportasi umum, kendaraan pribadi atau layanan ojek online untuk mencapai Benteng Rotterdam. Bila ingin berkunjung dapat dilakukan setiap hari mulai pukul 09.00 – 18.00 WITA dengan tiket masuk 10K.

BUTTA SALEWANGAN

Butta Salewangan atau Kabupaten Maros merupakan salah satu daerah penyangga disebelah Utara Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan, berjarak 30 km dari Makassar dan sekaligus terintegrasi dalam pengembangan kawasan metropolitan Mamminasata, kesatuan kawasan perkotaan di Sulawesi Selatan meliputi daerah Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar.

Disana kita akan menjumpai wisata alam dan wisata edukatif yang terbentang sepanjang pegunungan karst (kapur) yang gagah dan menawan. Disepanjang jalan, kita akan disajikan dengan megahnya karst, menikmati hijaunya barisan pegunungan yang menawan, dan hamparan permadani hijau yang memanjakan mata.

Yuk, kita kupas tiga destinasi wisata di utara Makassar.

LEANG – LEANG

Berada di kawasan karst Maros-Pangkep, memiliki kesamaan dengan Gua Cahuvet di Perancis karena keduanya menampilkan karst yang unik. Leang-leang merupakan Taman Arkeologi di Maros yang menjadi bukti situs peradaban manusia tertua di dunia.

Leang artinya gua dalam bahasa Bugis dan Makassar, menandakan bahwa di Leang-Leang ini kita dapat menemukan sekumpulan gua yang menyimpan bukti kehidupan manusia purba. Namun sebelum menuju gua, kamu akan terpesona dengan taman prasejarah yang luas dan indah dengan hamparan rumput hijau serta bebatuan karst dalam berbagai ukuran.

Di Leang-Leang kamu dapat berswafoto, bersantai di area taman dan outbound. Berikut rincian suguhan di Leang-Leang :

  1. Menyimpan puluhan gambar telapak tangan dan hewan seperti babi rusa berusia lebih dari 40.000 tahun di dinding gua.
  2. Berbagai artefak/peralatan yang terbuat dari batu, sisa-sisa sampah dapur berupa tulang binatang dan benda-benda laut berupa kulit kerang yang berjumlah banyak.
  3. Disalah satu batu dimulut gua terlihat jelas kulit kerang menempel hingga bersatu dengan batu gua. Para ahli memperkirakan bahwa berabad-abad lalu Kabupaten Maros merupakan lautan yang bersatu dengan Laut Jawa.

Selain itu ada beberapa Gua yang bisa dikunjungi, kesemua leang tersebut memiliki jarak yang relatif dekat sehingga mudah dikunjungi, namun jalan menuju leang tersebut kurang bagus tetapi tertutupi dengan keindahan pemandangan bebatuan besar berwarna hitam yang bertumpuk rapi serta hamparan sawah dengan karakretistik yang sangat khas dari kawasan sekeliling Leang-Leang, diantaranya :

  1. Leang Bulu Bellang/Balang. Menyimpan sejumlah molusca, porselin dan gerabah. Dinding-dindingnya dapat dimanfaatkan sebagai areal panjat tebing.
  2. Leang Cabuyang. Sering dijadikan tempat latihan para pemanjat tebing dan dihadapan mulut gua ini tampak aktifitas pertambangan batu kapur serta hamparan sawah yang luas.
  3. Leang Sampeang. Memiliki keunikan tersendiri dibanding leang yang lain yaitu terdapat gambar manusia berwarna hitam.
  4. Leang Pettae. Salah satu gua pertama yang menjadi lokasi penelitian, terdapat pagar besi setinggi 1,5m dari pintu tersebut, terlihat gambar 5 buah telapak tangan, babi rusa serta sebuah tombak yang kesemuannya berwarna merah.
  5. Leang Pettakere. Terdapat 27 buah gambar telapak tangan, sebuah gambar babi, rusa gemuk yang terkapar dengan sebilah tombak menghunus ke jantung serta ditemukan sampah dapur berupa kulit kerang dan keong yang berserakan.
  6. Leang Samongkeng I, II, III dan IV. Juga ditemukan sisa-sisa cangkang molusca dan lukisan dinding gua berupa cap tangan.
  7. Leang Karampuang. Leang yang menyimpan lukisan figurative salah satu yang tertua didunia, yaitu lukisan adegan interaksi manusia dan babi liar yang berusia lebih dari 51.000 tahun.

Bila kamu berkunjung ke Makassar bulan Juli, jangan lewatkan Festival Gau Maraja, sebuah festival tahunan yang dirangkaikan dengan hari jadi Kota Maros dan mempromosikan kekayaan situs prasejarah Leang-Leang. Festival ini menampilkan instalasi seni cahaya, pertunjukan seni dan tarian, konferensi internasional tentang arkeologi purba, dan pameran budaya internasional. Festival ini pertama kali diselenggarakan pada tanggal 3-5 Juli 2025.

Untuk mengunjungi Leang-Leang bisa dilakukan setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA dengan tiket masuk Lokal 15K, Internasional 30K, dan Pelajar 10K.

TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG – BULUSARAUNG

The Kingkom Of Butterfly karena tempat ini merupakan habitat bagi banyak spesies kupu-kupu, dimana telah teridentifikasi 240 jenis kupu-kupu. Kawasan ini dikelilingi dengan perbukitan karst dengan tebing-tebing yang curam yang menjadi bagian dari ekosistem wallace. Selain itu menjadi wisata alam dengan vegetasi tropis yang kaya, air terjun yang indah, beragam gua dengan stalaktit dan stalakmit yang menawan, menjadikan Taman Nasional ini sebagai taman wisata yang harus diperhitungkan.

Di Taman Nasional ini ada berbagai kegiatan yang dapat dilakukan :

  1. Bantimurung Waterpark. Air terjun dengan ketinggian 15m dan lebar 20m tidak memiliki palung utama dan langsung mengalir ke sungai kecil yang menjadikannya tempat yang aman untuk berenang dan bermain air.
  2. Kolam Renang. Terdapat fasilitas kolam renang anak dan dewasa, aman sebagai tempat bermain anak bila arus deras.
  3. Bantimurung Canoeing. Nikmati mendayung kano di area danau dan sepanjang aliran sungai. Cukup berjalan kurang lebih 300m setelah naik tangga disamping air terjun, hanya dengan 50K perperahu (2 orang) dan dokumentasi 5K perfoto kamu bisa menikmati wisata kano eksplorer.
  4. Jelajahi Gua Mimpi, Gua Batu dan Gua Vertikal Leang Puteh untuk melihat stalaktit dan stalakmit.
  5. Helena Sky Bridge. Seberangi jembatan gantung ini untuk menikmati keindahan hutan dari ketinggian.
  6. Danau Toakala. Berada ditengah tebing, kamu dapat menikmati ketenangan alam.
  7. Taman Batu Karst Balocci. Jelajahi area ini untuk menikmati pemandangan bebatuan karst yang unik.
  8. Museum Kupu-Kupu. Memamerkan ratusan kupu-kupu awetan dari Sulawesi Selatan yang ditempatkan di etalase dan dinding. Yang menarik perhatian yaitu awetan kupu-kupu Ulyses yang berukuran lebih besar dengan kombinasi warna biru terang dan hitam.
  9. Penangkaran Kupu-Kupu. Disini kita dapat melihat langsung proses pengembangbiakan berbagai spesies kupu-kupu dan belajar siklus hidupnya.

Lokasi ini mudah dijangkau karena berada dijalan provinsi dan memiliki akses yang sangat baik untuk semua jenis kendaraan. Untuk mengunjungi Taman Nasional Bantimurung – Bulusaraung dapat dilakukan setiap hari mulai pukul 09.00 – 16.00 WITA dengan tiket masuk weekday 30K dan weekend 50K.

RAMMANG-RAMMANG

Berasal dari bahasa daerah Makassar yang artinya awan atau kabut, merupakan kawasan bentang alam berupa gugusan pegunungan karst terbesar dan tercantik kedua di dunia dan telah diakui oleh UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia (world heritage site) pada tahun 2017.

Bukan hanya pesona karst juga ada objek wisata lain seperti menyusuri Sungai Pute menggunakan jolloro’ (perahu dengan mesin tempel) ditemani dengan kicauan burung yang merdu dan barisan pohon bakau dan nipa, serta menikmati suasana Kampung Berua:

  1. Situs Pasaung King Kong Stone/Dinosaurs Fosil, kamu dapat melihat jejak kehidupan prasejarah didalam gua seperti lukisan telapak tangan manusia purba berwarna merah didinding gua dan artefak batu dengan formasi unik menyerupai kingkong dan dinosaurus.
  2. Menikmati pemandangan dari Puncak Padang Ammarung, salah satu titik untuk menikmati golden sunrise diantara gugusan bukit dan gunung karst.
  3. Merasakan segarnya air Telaga Bidadari, konon legenda dan kepercayaan lokal mengatakan bahwa makhluk surgawi (bidadari), turun ke bumi untuk mandi di telaga ini. Keindahannya begitu eksotis terutama saat melihat pelangi dipermukaan air dan dinding-dinding batunya, keindahannya seperti tempat peristirahatan para bidadari.
  4. Menyusuri goa (goa kelelawar, goa berlian, goa kunang-kunang, dan goa karst).
  5. Menjelajahi Hutan Batu.
  6. Menikmati senja di Kafe milik warga di Puncak Rammang-Rammang.
  7. Menginap di Rammang-Rammang Eco Lodge sambil menikmati sunrise di pagi hari.

Untuk mencapai tempat ini bisa menggunakan kendaraan roda 2 atau 4 dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin atau dari Kota Makassar, setelah sampai di dermaga (dermaga 1 atau dermaga 2), Kamu bisa menyewa jolloro’ (perahu dengan mesin tempel) untuk menikmati keindahan gugusan pegunungan karst.

Untuk mengunjungi Rammang-Rammang dapat dilakukan setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA dengan tiket masuk 10K, sewa perahu 200 (kapasitas 4 orang) dan 350K (kapasitas 7 orang) serta Tour Guide 50K per perahu.

Ayo berkunjung ke Makassar dan nikmati keindahan Kota Anging Mammiri dan keindahan pesona utara Makassar.

Need help? Let's chat with us!

Hi, What can i do for you? 00.00

Sekretariat IIPOJK

Hai, ada yang mau ditanyan? 00.00