Kegiatan Pusat
Mengembangkan Potensi yang Berkualitas
Perempuan Berdaya di Era Digital: IIPOJK Dorong Pemanfaatan Teknologi dan Media Sosial untuk Komunikasi dan Pemberdayaan
Penulis: Evita Edwin
Seminar bidang komunikasi yang diselenggarakan oleh Ikatan Istri Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (IIPOJK) berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 24 September 2025 dan berlokasi di Gedung Sumitro Djojohadikusumo, acara dimulai dengan suasana khidmat melalui lantunan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Hymne dan Mars IIPOJK yang dibawakan oleh paduan suara IIPOJK di bawah arahan Ibu Artha Butsiyono. Setelah itu, acara dibuka oleh pembawa acara, Ibu Sylvia Fredly dan Ibu Devy Maulana, diikuti dengan pembacaan doa oleh Ibu Messi yang menambah nuansa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Laporan Ketua Panitia disampaikan oleh Ibu Rawi Tirthayatra yang mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan acara. Kemudian, sambutan hangat diberikan oleh Ketua Umum IIPOJK, Ibu Sari Bambang Mukti, yang menekankan pentingnya peningkatan literasi digital dan kemampuan komunikasi di era modern, khususnya bagi para perempuan agar semakin berdaya dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sambutan berikutnya datang dari Ketua Dewan Pembina IIPOJK, Ibu Ita Mahendra Siregar, yang menegaskan bahwa kemampuan komunikasi efektif dan etika bermedia menjadi kunci dalam membangun citra positif, baik secara pribadi maupun organisasi.
Acara semakin meriah dengan penampilan Bestie Line Dance yang menghadirkan suasana ceria sebelum memasuki sesi utama seminar. Narasumber utama, Ibu Ainun Chomsun, seorang Digital Communication Expert dan pendiri gerakan sosial seperti Akademi Berbagi, Cerdas Digital, dan Puandigdaya, membawakan materi bertajuk “Perempuan Berdaya dengan Teknologi dan Media Sosial.” Dengan gaya penyampaian yang inspiratif, beliau mengajak peserta untuk memahami peran teknologi bukan sekadar sebagai alat hiburan, tetapi sebagai sarana pemberdayaan diri dan masyarakat.
Dalam sesi pertama, Ibu Ainun membahas bagaimana menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak serta beretika. Ia menekankan pentingnya melek digital untuk kebaikan keluarga, menjaga keamanan data pribadi, serta menyadari bahwa jejak digital bersifat permanen. Beliau juga mengingatkan agar setiap individu berpikir sebelum memposting, menyaring informasi sebelum membagikannya, dan mengendalikan emosi dalam berkomunikasi di dunia maya. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting agar media sosial tidak menjadi sumber konflik, melainkan wahana untuk menebar kebaikan.
Memasuki sesi kedua, tema bergeser pada bagaimana mengoptimalkan teknologi dan media sosial untuk pemberdayaan diri. Ibu Ainun menjelaskan beragam peluang yang dapat digarap perempuan di era digital, mulai dari menjadi reseller, content creator, hingga membuka jasa fotografi produk atau kelas daring. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas daring dan luring, termasuk memanfaatkan aplikasi untuk kesehatan fisik dan mental, serta belajar hal-hal baru melalui berbagai platform digital seperti Coursera, Udemy, atau Canva.
Selain untuk pengembangan diri, pemanfaatan teknologi juga dapat diarahkan untuk berkontribusi kepada masyarakat. Ibu Ainun mengajak peserta memperbanyak konten positif, ikut membangun lingkungan digital yang sehat, dan aktif melaporkan konten negatif seperti hoaks atau ujaran kebencian. Ia menutup sesinya dengan pesan reflektif mengenai mindfulness, yakni menggunakan teknologi secara sadar, tepat waktu, dan seimbang agar tetap terhubung dengan kehidupan nyata, interaksi sosial, serta alam sekitar.
Menjelang akhir acara, paduan suara IIPOJK kembali tampil membawakan lagu yang menggugah semangat kebersamaan, disusul dengan penampilan Bestie Line Dance kedua yang menutup sesi formal dengan suasana penuh kegembiraan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan siang dan ramah tamah antar anggota, yang menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan berbagi pengalaman setelah mendapatkan banyak inspirasi dari seminar tersebut.
Secara keseluruhan, seminar komunikasi IIPOJK ini bukan hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga wadah penguatan peran perempuan dalam menghadapi tantangan dunia digital. Melalui materi yang aplikatif dan suasana yang hangat, kegiatan ini berhasil menegaskan bahwa perempuan masa kini dapat menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan teknologi secara cerdas, beretika, dan berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya.










