Skip to content

Kegiatan Pusat

Mengembangkan Potensi yang Berkualitas

line
Ustadzah Luluk sedang menjawab pertanyaan dari peserta

Mengatasi Tantangan Remaja dalam Bingkai Islam

Penulis: Inna Farid & Devy Maulana

Kajian Rohani Islam IIPOJK untuk Bulan Juli 2024 mengambil tema mengenai bagaimana mendidik remaja di tengah gempuran teknologi. Ustadzah Siti Luluk Muflihah, S.Pdi  mengemasnya dalam kajian yang sangat menarik meskipun kajian ini dilakukan secara online melalu zoom.  

Ustadazah Luluk mengawali kajian dengan menjelaskan bahwa pada dasarnya seorang anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Orangtuanya lah yang menjadikan anak itu muslim,nasrani, yahudi, atau majusi.

Lantas bagaimanakah kedudukan anak di dalam Al quran? Dalam Quran kedudukan anak di dalam al quran itu ada 4 macam :

  1. Anak sebagai Qurota’ayun, penenang hati, penyejuk jiwa, pemimpin orang-orang yang bertaqwa.
    Hal ini terdapat dalam  QS Al furqon ayat 74:
    وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا
    Artinya: Dan orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”
  2. Anak sebagai perhiasan dunia.
    Dalam Al Quran Surat Al kahfi 46, dijelaskan bahwa harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, sedangkan amal kebajikan yang abadi (pahalanya) adalah lebih baik balasannya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
  3. Anak sebagai fitnah/ ujian
    Hal ini terdapat dalam Qs.At taghobun 15

اِنَّمَآ اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌۗ وَاللّٰهُ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ ١
Artinya: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu). Di sisi Allahlah (ada) pahala yang besar.

  1. Anak sebagai musuh
    Hal ini terdapat dalam  Qs.at taghobun 14

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ١٤

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dalam kenyataanya ada problematika yang terjadi pada remaja, misalnya  kurangnya pemahaman agama, Tergiris moral akibat perubahan kultur, dan kurangnya kemampuan intelektual. Oleh karena itu tugas orangtua adalah  :

  1. Mengajarkan akidah agama yang kuat, mengajarkan anak untuk menegakkan sholat, karena sholat adalah tiang agama.
  2. Mendidik dengan akhlaqul karimah, bersikap sopan, jangan bersikap sombong,  karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong di muka bumi ini.

Jika pemahaman anak tentang agama sudah baik, insyaallah sikap dan perbuatannya akan baik, dan jauh dari maksiat. Dalam Qs Al Lukman 18 tergambarkan bahwa orang tua harus mengajarkan anak supaya mencintai Rosulullah, mencintai keluarga rasulullah, mecintai Al quran ( tilawah quran). Dengan demikian harapan agar remaja berperilaku baik dapa terwujud. 

Apabila terjadi kenakalan pada remaja,ada beberapa hal yang bisa dilakuka orangtua, diantaranya adalah: 

  1. Mendekatkan para remaja kepada ilmu agama
  2. Komunikasi terbuka
  3. Berikan teladan yang baik disertai doa
  4. Mengawasi dan membatasi
  5. Membuat mereka sibuk dengan aktivitas positif 

Selain kelima hal diatas , yang patutu diingat dalam diri kita adalah bahwa  Al umma al madrosatul ula (Ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anaknya). Oleh karena itu,  seorang Ibu harus memiliki kekuatan dalam doa, menjauhi maksiat (cahaya Allah tidak akan tembus jika orangtua berbuat maksiat), dan menjadi panutan atau role model yang baik bagi anak.  

Editor: Inna Muchlasin

<< Kegiatan Pusat

Need help? Let's chat with us!

Hi, What can i do for you? 00.00

Sekretariat IIPOJK

Hai, ada yang mau ditanyan? 00.00