Kegiatan Pusat
Mengembangkan Potensi yang Berkualitas
Kajian online IIPOJK: Menjemput Berkah di Sisa Usia
Penulis : Tuti Edi Broto
Editor : Marviarum Geotemi
Bismillahirrahmanirrahim
Pada hari Rabu tanggal 12 November 2025 telah diadakan kajian yang diselenggarakan secara online dengan peserta seluruh anggota IIPOJK. Kajian tersebut diisi oleh Ustadzah Hj. Siti Luluk Muflihah, S.Pd.I dengan tema “Menjemput berkah di sisa usia”. Berikut resume kajian sebagai bahan pembelajaran dalam meningkatkan iman dan takwa:
Setiap manusia yang hidup di dunia tidak ada yang kekal, karena yang abadi hanyalah Allah subhanahu wata’ala. Semua manusia diberi oleh Allah kehidupan, yang semata mata murni untuk mengabdi kepada Allah. Dalam pengabdian harus mengikuti takdir Allah berupa kematian. Sebelum menjemput kematian, yang merupakan fase awal untuk kehidupan akhirat, maka selayaknya kita sebagai hamba Allah yang beriman untuk senantiasa berfikir dengan keadaan waktu, kita jemput usia dengan berbagai macam aktifitas yang bermanfaat, menggapai keberkahan yang maskimal untuk pahala yang sebanyak banyaknya sebagai bekal akhirat.
Menurut Q.S. Ghafir ayat 67: “Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti”
Allah menciptakan kita melalui proses yang dijelaskan di ayat tersebut di atas, hingga menjadi tua dan akan dimatikan sampe kurun waktu yang ditentukan. Dari ayat tersebut kita senantiasa berfikir keras, dunia sangat sebentar, sangat singkat, dan sangatlah menipu jika kita tidak bisa memanfaatkan waktu sebaik baiknya.
Kategori usia tua menurut Al-quran adalah usia 40 tahun, kita diharuskan mempersiapkan diri ke tingkat berikutnya untuk usia 60 tahun, 70 tahun hingga ajal.
Peringatan Allah di usia 40 tertuang dalam Q.S. Al- Ahqaf ayat 15 “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri“
Dari ayat tersebut ketika sudah usia 40 tahun kita diperintahkan :
-
Memperbanyak syukur, sehingga Kita terjaga hati dan tidak akan terganggu oleh kenikmatan orang lain cukup memfokusi kenikmatan yang Allah berikan untuk kita.
-
Memberi kebahagiaan kepada ortu kita
-
Beramal shalih yang diridhoi Allah
-
Mendoakan anak cucu
-
Memperbanyak bertaubat
Hadist yang menjelaskan tentang usia yang diberkahi oleh Allah:
“Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalannya. Dan seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalannya.” (HR. Ahmad)
Berikut langkah-langkah untuk menjemput keberkahan:
1. Memperbaiki ibadah wajib. Fokus kualitas ibadah fardhu (tertib shalat lima waktu) dan menghindari hal yang haram.
2. Memperbanyak amalan sunnah untuk menambah investasi akhirat. Shalat sunnah sebagai penyempurna shalat wajib, shalat sunnah rowatib, shalat tahajjud (qiyamullail), shalat dhuha, shalat isyraq, awwabin, witir, hajat termasuk juga memperbanya Puasa Sunnah.
3. Memperbanyak taubat dan istighfar untuk membersihkan diri dari dosa. Sesuai dengan Q.S At Tahrim ayat 8
4. Menebar kebaikan dan bernanfaat bagi sesama dengan cara bersilaturahim, berbakti kepada orangtua dan kegiatan sosial lainya.
5. Sibuk mencari ilmu (agama) dan mengajarkannya. Syarat menuntut ilmu, hati harus suci dari segala penyakit hati dan niat karena Allah.
6. Memperbanyak sedekah jariah. Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)
Sisa usia kita saat ini adalah kesempatan emas untuk menambah amalan dan bekal terbaik untuk akhirat. Perbanyaklah doa agar diberikan umur yang panjang serta barokah.
Berikut doa memohon panjang umur
“Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku” (HR Muslim)


